Umroh Mustajab
PT TRAVELINA INDONESIA (D/253 tahun 2017)
PT MARWA MUSTAJAB WISATA (Ticketing)
Umroh Sesuai Sunnah
PT TRAVELINA INDONESIA (D/253 tahun 2017)
PT MARWA MUSTAJAB WISATA (Ticketing)
Facebook
Instagram
Whatapp

Badal Haji

Badal haji adalah melaksanakan ibadah haji atas nama orang lain, baik bapaknya, ibunya, saudara nya ataupun orang lain karena ada halangan tertentu dari yang digantikan. Baik yang dihajikan itu sudah tua dan tidak memungkinkan berhaji atau sudah meninggal.

Apa Hukumnya Badal Haji?

Hal ini bisa dilihat dalam 2 keadaan, yaitu: bila yang dihajikan sudah meninggal, dan semasa hidupnya dia dianggap sudah mampu mengerjakan haji, maka wajib menghajikannya bagi ahli warisnya, meskipun si mayit tidak berwasiat untuk menghajikannya. Karena Haji merupakan salah satu rukun Islam yang harus dikerjalan bila sudah mampu secara finansial. Hal ini ditegaskan dalam firman Allah Swt:

“Mengerjakan haji ke Baitullah adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah]” (QS. Ali Imran: 97)

Adapun dalil-dalil tentang bolehnya menghajikan orang lain, baik yang dihajikan itu sakit (sehingga tidak mampu mengerjakannya) atau yang dihajikan sudah wafat, antara lain:

Wahai Rasulullah ayahku telah wajib Haji tapi dia sudah tua renta dan tidak mampu lagi duduk di atas kendaraan apakah boleh aku melakukan ibadah haji untuknya?" Jawab Rasulullah "Ya, berhajilah untuknya" (HR. Bukhari Muslim).

Seorang perempuan dari bani Juhainah datang kepada Rasulullah Saw. Dan bertanya "Wahai Rasulullah!, Ibuku pernah bernadzar ingin melaksanakan ibadah haji, hingga beliau meninggal padahal dia belum melaksanakan ibadah haji tersebut, apakah aku bisa menghajikannya?. Rasulullah menjawab "Hajikanlah untuknya, kalau ibumu punya hutang kamu juga wajib membayarnya bukan? Bayarlah hutang Allah, karena hak Allah lebih berhak untuk dipenuhi" (HR. Bukhari, Nasa'i).

Seorang lelaki datang kepada Rasulullah s.a.w. berkata "Ayahku meninggal, padahal dipundaknya ada tanggungan haji Islam, apakah aku harus melakukannya untuknya? Rasulullah menjawab "Apakah kalau ayahmu meninggal dan punya tanggungan hutang kamu juga wajib membayarnya ? "Iya" jawabnya. Rasulullah berkata :"Berhajilah untuknya". (HR. Daruquthni)

 

Bagaimana Cara Menghajikan Orang Lain?

Syarat menghajikan orang lain itu antara lain:

  • Yang menghajikan harus sudah pernah berhaji
  • Hanya boleh menghajikan untuk 1 orang saja
  • Yang dihajikan adalah orang yang dianggap sakit dan secara medis tidak mampu mengerjakan haji atau tidak bisa diharapkan kesembuhannya (seperti sakit jantung, HIV dsb)

 Wallahu alam bishowab

Paket umroh di Umroh Mustajab

Umroh Plus Turki
UMROH PLUS TURKI APRIL 2019
UMROH BUDGET
Umroh Promo Itikaf Ramadhan 1440 H /  2019
Umroh Reguler Itikaf Ramadhan 1440 H / 2019
Brosur Umroh plus Kajian
Brosur Umroh Plus Turki Oktober - November 2019
Brosur Umroh Budget Oktober - November 2019
Brosur Umroh Direct 9 Hari
Brosur  Umroh Reguler 9 Hari
Berdoa kepada Allah dengan Ikhlas
Dari Ali bin Abu Thalib r.a, ia berkata," Nabi SAW,...
 Pengertian Haji dan Umroh
BAB I Pengertian Haji dan Umroh Serta Keutamaannya Di...
Travel Umroh
Sebagai salah satu negara yang memiliki penduduk beragama...
TRAVELINA MARWA GROUP
UmrohMustajab Special
Kemitraan
Copyright © UmrohMustajab.com 2019
All rights reserved