Umroh Mustajab
PT TRAVELINA INDONESIA (D/253 tahun 2017)
PT MARWA MUSTAJAB WISATA (Ticketing)
Umroh Sesuai Sunnah
PT TRAVELINA INDONESIA (D/253 tahun 2017)
PT MARWA MUSTAJAB WISATA (Ticketing)
Facebook
Instagram
Whatapp

Bulughul Maram: Bab_Ihram dan hal-halyang berkaitan dengannya

#Bulughul_Maram 

#Kitab_Haji

#Bab_ihram_dan_hal_hal_yang_berkaitan_dengannya

A. Hukum menikah atau meminang saat dalam keadaan ihram.

733. Dari Utsman bin Affan -radhiyallahu’anhu- bahwasanya Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda :

يَنْكِحُ الْمُحْرِمُ, وَلَا يُنْكِحُ, وَلَا يَخْطُبُ.

“Orang yg sedang berihram tak diperbolehkan untuk menikah, dinikahkan dan meminang.” (HR. Muslim)

Pelajaran hadits :

1. Tidak boleh seorang yang sedang berihram untuk menikah, dinikahkan oleh orang lain, atau meminang seorang wanita, baik ke wanita itu langsung atau walinya. Jika terjadi pernikahan maka nikahnya tidak sah dan haji atau umrahnya tetap sah selama belum berhubungan badan.

2. Dinukilkan dari Ibnu Abbas -radhiyallahu’anhu- bahwasanya Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- menikahi Maimunah -radhiyallahu’anha- saat ihram, akan tetapi hal tersebut terbantahkan dengan pengakuan Maimunah sendiri bahwa beliau dinikahi saat halal (bukan ihram). Tentu saja pengakuan orang yang mengalami lebih dikedepankan dari pendapat orang lain. Apatah lagi Ibnu Abbas saat itu masih kecil dan belum tahu.

3. Hikmah larangan ini agar seorang benar-benar khusyu melakukan ibadah dan menjauhkan diri dari perkara yang bisa merusak ibadahnya dimana berhubungan badan bagi suami istri adalah larangan terbesar ketika sedang ihram.

4. Hadits ini salah satu dalil dari kaedah :

سد للذريعة

“Menutup atau menghalangi dari sesuatu yang terlarang.”

B. Hukum seorang yang ihram memakan buruan seorang yang halal (tidak ihram).

734. Dari Abu Qatadah Al-Anshari -radhiyallahu’anhu- dalam kisahnya ketika memburu keledai liar dimana saat itu ia tidak ihram, ia berkata : Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda kepada para sahabatnya dimana mereka saat itu sedang keadaan ihram :

هَلْ مِنْكُمْ أَحَدٌ أَمَرَهُ أَوْ أَشَارَ إِلَيْهِ بِشَيْءٍ؟» قَالُوا: لَا. قَالَ: «فَكُلُوا مَا بَقِيَ مِنْ لَحْمِهِ». 

“Apakah diantara kalian ada yang menyuruh atau mengisyaratkan kepadanya (agar memburu keledai)?” Mereka menjawab : “tidak”. Maka Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda : “Silahkan kalian makan daging yang tersisa.” (Muttafaqun ‘alaihi).

Pelajaran hadits :

1. Larangan berburu bagi seorang yang ihram.

2. Bolehnya memakan hasil buruan orang yang tidak ihram yang tanpa disuruh. Adapun jika yang berburu itu disuruh atau memang ia berburuh dengan maksud untuk memberikan kepada orang yang sedang ihram, maka tidak boleh memakannya.

Wallahu a’lam.

✒️ Abul Qasim Ayyub Soebandi

Paket umroh di Umroh Mustajab

Brosur Umroh plus Kajian
Brosur  Umroh Reguler 9 Hari
Brosur Umroh Direct 9 Hari
Brosur Umroh Plus Turki Oktober - November 2019
UMROH KAJIAN ISLAM AKHIR TAHUN 2019
Balasan bagi Orang yang Beriman dan Beramal Saleh
  Dari Ali bin Abi Thalib r.a, ia berkata "...
Persyaratan, Harga, Pembayaran dan Cicilan
PERSYARATAN HAJI Pas Photo warna close up 80% wajah...
Tidak boleh thawaf di Ka’bah dengan telanjang,
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ...
TRAVELINA MARWA GROUP
UmrohMustajab Special
Kemitraan
Copyright © UmrohMustajab.com 2019
All rights reserved