PT MARWAH SARI UTAMA
PT MARWAH MUSTAJAB WISATA
Umroh Mustajab
IZIN UMROH DEPAG: D/266 TAHUN 2014
IZIN HAJI DEPAG : D/439 TAHUN 2014
Umroh Sesuai Sunnah
IZIN UMROH DEPAG: D/266 TAHUN 2014, IZIN HAJI DEPAG : D/439 TAHUN 2014

SAYA IKHLAS, MUNGKIN MATA SAYA TERTUTUP MALAIKAT

Pak Ustad bertanya,” Siapa yang paling senior dalam perjalanan umroh ini?”. Dengan senyum-senyum Pak Deto mengacungkan tangannya. “ Enam puluhan pak?,” Tanya Ustad sambil senyum. “ “Nggak pak Ustad, hampir 73 tahun!,” Pak Deto balas menjawab. “ Masya Allah, Allah sudah memberikan banyak bonus kepada Bapak,” sahut pak Ustad sambil mendekati ke beliau memberikan satu buku saku. Begitu suasana manasik umroh, awal dari perkenalan dan silahturahmi jamaah  Retali  Mustajab Travel

Pak Deto, namun lebih akrab dipanggil Pak De oleh rekan-rekan jamaah, seorang pensiunan anggota DPRD tinggal di wilayah kota di Jawa Timur, salah satu jamaah paling senior dalam perjalanan umroh RMT kali ini. Sejak awal proses pendaftaran di travel sampai manasik RMT,sudah terlihat bahwa beliau seorang yang well organized, tepat waktu dan untuk ukuran senioritas beliau sangat mumpuni memanfaatkan teknologi komunikasi terbaru saat ini.

Sejak awal pengurusan passport, visa sampai dengan keberangkatan umroh Pak De kali ini, Alhamdulilah berjalan sangat lancar walaupun dilakukan dalam 10 hari. “Insya Allah ini menjadi pertanda baik dari Allah untuk perjalanan umroh kali ini,” tulis PakDe dalam WA-nya ke staff RMT.

Dengan diantar keluarga tercinta ke Bandara Soeta,beliau terlihat fit dan segar. Terlihat sesekali Pak De berbicara dengan ustad dan beberapa jamaah lain, sambil menikmati fasilitas makan siang umroh di Bandara menunggu waktu take off.

Pak De terlihat khusyu dan tenang dalam perjalanan menuju Bandara Prince Mohamad bin Abdul Azis, Madinah. Setibanya di hotel, tidak terlihat wajah lelah beliau melakukan Ibadah, mengikuti prosesi ibadah umroh ini. Bahkan untuk jamaah lain yang lebih muda, pasti akan kerepotan mengikuti kelincahan dan keteraturan Pak De.  Ustad dan team leader sangat terbantu dengan gaya Pak De ini, karena beliau termasuk kriteria kedalam jamaah yang perlu pengawasan khusus dalam mengikuti prosesi ibadah umroh.

“Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu Jamaah, kami tunggu dilobi jam 07.00 pagi untuk ziarah ke makam Rasulullah dan para sahabat beliau” pengumuman dari Ustad via group Whats App (WA). “ In syaa Allah siap pak di lobi jam 07.00,” sahut Pak De sigap menjawab dalam WA dalam hitungan detik. Begitulah gaya Pak De seterusnya dalam berkomunikasi.

Dengan sabar beliau juga terkadang menunggu para jamaah lain yang terkadang punya karakter “banyak urusan” atau “gaya karet” dalam berkumpul untuk menjalani prosesi umroh.

Tinggal sekamar berempat dengan team leader RMT dan beberapa jamaah lain yang terbilang jauh dari segi umur, sangat sering Pak De lebih sigap, cepat dan tangkas tanpa mau banyak merepotkan orang lain, mendahului menunggu jamaah sekamarnya. “ Saya duluan, saya tunggu dilobi, pak Rachmad!” sahut Pak De jelas kepada tour leader dan rekan-rekan sekamar.  

Waktu berjalan sudah lebih dari 1 jam sejak Pak De menunggu di lobi hotel, Pak De mulai gelisah, merasa sudah lewat waktu berangkat untuk prosesi ibadah hari kedua di Madinah,akhirnya pakDe, broadcast via WA. “Saya tunggu di lobi kok belum ada ya!” begitu pakDe broadcast via WA. Selama 45 menit belum ada yang menjawab, sampai baru disadari oleh staff RMT di Jakarta menghubungi Pak De dan ustad di Madinah. “ Assalamu’alaikum Pak Ustad, ada dimana?” sahut staff di Jakarta.” Ada di Masjid Quba, mbak!  Ada berita apa?” jawab Ustad seketika. “ Pak Ustad, ada jamaah yang tertinggal di hotel!” lanjut staff. “ Masya Allah, siapa yaa?,” jawab Ustad terdengar panik dan kebingungan. “Pak Deto, pak Ustad!” kembali staff menjawab.

“ Baik kami akan handle’” jawab Ustad untuk menenangkan.

Suasana kepanikan dan perasaaan tidak enak saling bersahutan di group WA bahkan diantara jamaah tidak percaya atas kejadian ini.” Semua nya sudah dicek dan di absent satu persatu ..yaa kok ada yang tertinggal” sahut salah satu jamaah dalam bus. “Jamaah yang satu kamar dengan beliau seharusnya saling mengingatkan?,” sahut salah satu jamaah lain. Team leader dan Ustad, berusaha menjemput Pak De, mencari beliau di lobi hotel, namun tidak bertemu, sampai beliau menjawab via WA ”Saya tidak usah di jemput pak Ustad.” Pak De menolak karena alasan sudah di mesjid Nabawi untuk satu urusan dan tidak mau merepotkan jamaah yang lain. “ Saya Ikhlas kok,” sambung Pak De via WA.

Sekembalinya dari sholat Isya dari masjid Nabawi, Ustad dan team leader juga beberapa jamaah mendatangi Pak De menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan hari ini, dan menawarkan membuat perjalanan spesial buat Pak De besok. Namun jawaban sederhana yang disampaikan Pak De menegaskan,  “ Terima kasih Ustad tidak perlu repot-repot, Saya ikhlas kok!” Saya tahu pasti semua cara sudah dilakukan dan diupayakan Travel, tapi pasti ini sudah menjadi skenario Allah kepada saya,” tambah Pak De. Saya mau share sedikit dan mungkin ini bisa jadi pelajaran kita bersama, bahwa sebaik-baiknya rencana kita, rencana Allah adalah yang sempurna dan terbaik. “ Tadi pagi, saya menunggu dan beberapa saat berbicara sama beberapa orang Arab di lobi” cerita Pak De. Pak Rachmad, sebagai team leader dan teman sekamar menambahkan,” Saya ingat sekali, pak De pesan ke kami untuk menunggu di lobi dan memang tadi pagi saya lihat pak De di lobi dan termasuk di absent di bus. “Tapi ya kok bisa terlewat!” pak Rachmad menyesali. “Sudah tidak apa-apa, MUNGKIN MATA SAYA TERTUTUP MALAIKAT” jawab Pak De. “ Saya memang sebelum berangkat bernazar untuk menyelesaikan membaca Al Quran saat umroh ini, dan mungkin ini cara Allah untuk membantu saya dalam menyelesaikan membaca Al Quran!” tegas Pak De sambil tersenyum.

Senyuman khas pak De terlihat di bandara Soeta sekembalinya dari Umroh, tiba tengah malam dengan wajah berseri dan  masih tidak terlihat lelah dengan perjalanan 7-8 jam. Disambut istri tercinta di kursi roda beserta anak-anak beliau. Beliau mengucapkan pesan-pesan mewakili jamaah sebelum jamaah kembali ke rumah dan daerah masing-masing,” Semoga perjalanan umroh ini membawa perubahan yang baik buat kita dan silahturahmi tetap terjaga.”

 

Sikap ikhlas adalah salah satu sikap terpuji yang dicintai Allah.  Dengan ikhlas apa yang kita lakukan terasa ringan. Ikhlas adalah penentu dari amal yang telah kita lakukan, akan diterima atau ditolak amal kita oleh Allah. Amal tanpa ikhlas bagaikan pohon tanpa buah, kelapa tak berisi, raga tanpa nyawa. Banyak hal yang kita lakukan jika tanpa keikhlasan akan menjadi sia sia. Jadi, ikhlas sangatlah penting untuk ditanamkan dalam diri kita. Karena dengan ikhlas akan mengantarkan pada pencapaian ilmu yang paling tinggi serta jati diri manusia.Membuat manusia lebih dekat dan berserah diri pada Allah. Sehingga segala kesulitan yang dimiliki dimudahkan penyelesaiannya oleh Allah SWT

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW pernah bersabda,

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص : اِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ اِلىَ اَجْسَامِكُمْ وَلاَ اِلىَ صُوَرِكُمْ وَ لٰكِنْ يَنْظُرُ اِلىَ قُلُوْبِكُمْ. مسلم

 

“Sesungguhnya Allah tidak melihat (menilai) bentuk tubuhmu dan tidak pula menilai kebagusan wajahmu, tetapi Allah melihat (menilai) keikhlasan hatimu”. [HR. Muslim]

Betapa sikap ikhlas haruslah selalu kita tanamkan agar bisa mendapat rahmat Illahi..

Semoga Allah memberikan kita semua keikhlasan hati dan istiqomah menjalankan yang diperintahkan dan menjauhi laranganNya serta menjalankan sunnah Rasullulah..aamiin

 

Jakarta Selatan, 30 Mei 2015

Oleh: Bambang Prayoga @ elmarwa 

Paket umroh di Umroh Mustajab

Umroh Program Hemat Berencana (Tawadhu)
Umroh Program Promo (Qanaah)
Promo Umroh Plus
Paket Ramadhan
UMROH KELUARGA REGULER
UMROH KELUARGA REGULER DESEMBER 2017 *5
Kesibukan Yang Paling Utama
  Diriwayatkan bahwa Anas bin Malik...
Pembayaran Deposit Atau Booking Fee
   BOOKING FEE 1. Deposit USD...
UMROH MUSTAJAB (EL MARWA GROUP)
UmrohMustajab Special
Copyright © UmrohMustajab.com 2017
All rights reserved