PT MARWAH SARI UTAMA
PT MARWAH MUSTAJAB WISATA
Umroh Mustajab
IZIN UMROH DEPAG: D/266 TAHUN 2014
IZIN HAJI DEPAG : D/439 TAHUN 2014
Umroh Sesuai Sunnah
IZIN UMROH DEPAG: D/266 TAHUN 2014, IZIN HAJI DEPAG : D/439 TAHUN 2014

Bulughul_Maram - Tempat berihramnya Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam-

Bulughul_Maram 

#Bab_ihram_dan_hal_hal_yang_berkaitan_dengannya

A. Tempat berihramnya Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- 

728. Dari Ibnu Umar -radhiyallahu’anhu- ia berkata :

“مَا أَهَلَّ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – إِلَّا مِنْ عِنْدِ الْمَسْجِدِ.”

“Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- tidak mengucapkan talbiyah kecuali dari masjid.” 
(Muttafaqun ‘alaihi)

Pelajaran hadits :

1. Yang dimaksud dengan ihram adalah niat sebelum memasuki haji atau umrah atau keduanya sekaligus, bukan memakai pakaian ihramnya. Adapun memakai pakaian ihram boleh sebelum memasuki miqat.

2. Nabi memulai bertalbiyah ketika di masjid Dzul Hulaifah (miqat penduduk madinah dan orang yang melaluinya).

3. Waktu yang lebih afdhal untuk bertalbiyah adalah ketika semua urusan di miqat (mandi dan ganti pakaian dll) selesan dan telah berada diatas kendaraan.

B. Disyariatkan mengangkat suara ketika talbiyah.

729. Dari Khallad bin Sa’ib dari Ayahnya -radhiyallahu’anhu- bahwa Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda :

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ: «أَتَانِي جِبْرِيلُ, فَأَمَرَنِي أَنْ آمُرَ أَصْحَابِي أَنْ يَرْفَعُوا أَصْوَاتَهُمْ بِالْإِهْلَالِ»

“Aku didatangi jibril, lalu ia menyuruhku agar aku memerintahkan para sahabatku mengangkat suaranya ketika bertalbiyah.”
(Diriwayatkan oleh imam yang lima, dan dishahihkan oleh At-Tirmidzi dan Ibnu Hibban)

Pelajaran hadits :

1. Disunnahkan mengangkat suara ketika bertalbiyah.

2. Perintah mengangkat suara hanya untuk laki-laki, adapun wanita maka bertalbiyah dengan merendahkan suaranya.

3. Boleh seorang wanita mengangkat suaranya jika hanya bersama dengan mahramnya, adapun jika bersama mereka laki-laki bukan mahram maka tidak boleh meninggikan suaranya.

C. Disyariatkannya mandi saat ihram.

730. Dari Zaid bin Tsabit -radhiyallahu’anhu- ia berkata :

أَنَّ النَّبِيَّ – صلى الله عليه وسلم – تَجَرَّدَ لِإِهْلَالِهِ وَاغْتَسَلَ.

Bahwa Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- melepas pakaiannya untuk berihram dan mandi. 
(HR. At-Tirmidzi dan ia menghasankannya).

Pelajaran hadits :

1. Disyariatkannya menanggalkan pakaian yang berjahit (pakaian yang berbentuk badan seperti baju, celana dll) saat ihram dan hanya memakai kain ihram kemudian menjadikannya sarung dan selendang.

2. Disunnahkan mandi saat ihram agar bersih, segar, dan lebih semangat melakukan ibadah. Bahkan walaupun jika ia seorang wanita yang haid. Jika tidak ada air maka berwudhu.

3. Dianjurkan mencukur bulu-bulu kemaluan dan menggunting kuku saat mandi.

Wallahu a’lam

✒️ Abul Qasim Ayyub Soebandi

Paket umroh di Umroh Mustajab

Umroh Program Hemat Berencana (Tawadhu)
Umroh Program Promo (Qanaah)
Promo Umroh Plus
Paket Ramadhan
UMROH KELUARGA REGULER
UMROH KELUARGA REGULER DESEMBER 2017 *5
Pembayaran Deposit Atau Booking Fee
   BOOKING FEE 1. Deposit USD...
 ANJURAN MENSYUKURI NIKMAT
  Oleh Al-Ustadz Yazid bin ‘Abdul...
Badal Haji
Badal haji adalah melaksanakan ibadah haji atas nama...
UMROH MUSTAJAB (EL MARWA GROUP)
UmrohMustajab Special
Kemitraan
Copyright © UmrohMustajab.com 2017
All rights reserved