PT MARWAH SARI UTAMA
PT MARWAH MUSTAJAB WISATA
Umroh Mustajab
IZIN UMROH DEPAG: D/266 TAHUN 2014
IZIN HAJI DEPAG : D/439 TAHUN 2014
Umroh Sesuai Sunnah
IZIN UMROH DEPAG: D/266 TAHUN 2014, IZIN HAJI DEPAG : D/439 TAHUN 2014

Badal Haji

Badal haji adalah melaksanakan ibadah haji atas nama orang lain, baik bapaknya, ibunya, saudara nya ataupun orang lain karena ada halangan tertentu dari yang digantikan. Baik yang dihajikan itu sudah tua dan tidak memungkinkan berhaji atau sudah meninggal.

Apa Hukumnya Badal Haji?

Hal ini bisa dilihat dalam 2 keadaan, yaitu: bila yang dihajikan sudah meninggal, dan semasa hidupnya dia dianggap sudah mampu mengerjakan haji, maka wajib menghajikannya bagi ahli warisnya, meskipun si mayit tidak berwasiat untuk menghajikannya. Karena Haji merupakan salah satu rukun Islam yang harus dikerjalan bila sudah mampu secara finansial. Hal ini ditegaskan dalam firman Allah Swt:

“Mengerjakan haji ke Baitullah adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah]” (QS. Ali Imran: 97)

Adapun dalil-dalil tentang bolehnya menghajikan orang lain, baik yang dihajikan itu sakit (sehingga tidak mampu mengerjakannya) atau yang dihajikan sudah wafat, antara lain:

Wahai Rasulullah ayahku telah wajib Haji tapi dia sudah tua renta dan tidak mampu lagi duduk di atas kendaraan apakah boleh aku melakukan ibadah haji untuknya?" Jawab Rasulullah "Ya, berhajilah untuknya" (HR. Bukhari Muslim).

Seorang perempuan dari bani Juhainah datang kepada Rasulullah Saw. Dan bertanya "Wahai Rasulullah!, Ibuku pernah bernadzar ingin melaksanakan ibadah haji, hingga beliau meninggal padahal dia belum melaksanakan ibadah haji tersebut, apakah aku bisa menghajikannya?. Rasulullah menjawab "Hajikanlah untuknya, kalau ibumu punya hutang kamu juga wajib membayarnya bukan? Bayarlah hutang Allah, karena hak Allah lebih berhak untuk dipenuhi" (HR. Bukhari, Nasa'i).

Seorang lelaki datang kepada Rasulullah s.a.w. berkata "Ayahku meninggal, padahal dipundaknya ada tanggungan haji Islam, apakah aku harus melakukannya untuknya? Rasulullah menjawab "Apakah kalau ayahmu meninggal dan punya tanggungan hutang kamu juga wajib membayarnya ? "Iya" jawabnya. Rasulullah berkata :"Berhajilah untuknya". (HR. Daruquthni)

 

Bagaimana Cara Menghajikan Orang Lain?

Syarat menghajikan orang lain itu antara lain:

  • Yang menghajikan harus sudah pernah berhaji
  • Hanya boleh menghajikan untuk 1 orang saja
  • Yang dihajikan adalah orang yang dianggap sakit dan secara medis tidak mampu mengerjakan haji atau tidak bisa diharapkan kesembuhannya (seperti sakit jantung, HIV dsb)

 Wallahu alam bishowab

Paket umroh di Umroh Mustajab

Umroh Program Hemat Berencana (Tawadhu)
Umroh Program Promo (Qanaah)
Promo Umroh Plus
Paket Ramadhan
UMROH KELUARGA REGULER
UMROH KELUARGA REGULER DESEMBER 2017 *5
 KEUTAMAAN DZIKIR KEPADA ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA
Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas...
Beberapa Keutamaan Sholat Dhuha
Sholat dhuha disunnahkan. Di antara keutamaan shalat...
UMROH MUSTAJAB (EL MARWA GROUP)
UmrohMustajab Special
Copyright © UmrohMustajab.com 2017
All rights reserved